Senin, 16 Januari 2023

Ketika Kita Harus Berdialog dengan Kegagalan

Sebagai manusia biasa, mengalami kegagalan adalah hal yang wajar. Kegagalan bisa datang dari manapun, seperti gagal di sekolah, di dunia kerja, di masyarakat, maupun di lingkungan terdekat yaitu keluarga. Berbagai kegagalan yang ada kerap menjadi momok menakutkan yang secara tidak langsung membuat kita kehilangan semangat untuk kembali berjuang.

Tentunya tidak ada seorangpun yang menginginkan kegagalan, karena setiap orang berharap pada keberhasilan. Bahkan untuk hal kecil seperti menginstall aplikasi pun, kita ingin berhasil tanpa gangguan. Menelaah sisi positif dari sebuah kegagalan, tentunya itu semua berawal dari keputusan untuk mencoba sebuah tantangan, kemudian menjalani proses panjang yang terkadang melelahkan. 

Memang benar, bahwa hasil adalah penentu dari setiap proses yang kita jalani. Namun sering kali kita lupa bahwa hasil bukanlah melulu tentang berhasil. Kita umumnya merayakan setiap keberhasilan tetapi di sisi lain, mengabaikan bahwa kegagalan juga merupakan bagian dari sebuah hasil. Padahal, kegagalan tidak pernah datang dari seseorang yang duduk diam saja, melainkan terjadi pada mereka yang berani mencoba. Mereka yang percaya pada mimpi dan bertekad untuk berusaha meraihnya, meskipun tidak pernah tahu apakah kemenangan atau justru perjuangan yang lebih keras lagi yang sedang menantinya di ujung jalan. 

Pertanyannya adalah, kenapa kegagalan selalu identik dengan hasil akhir yang bersifat mengecewakan? Apakah tidak ada kesempatan ke dua bagi mereka yang sedang diuji dengan kegagalan? Apakah semuanya selesai jika kita gagal? Jawabannya akan sangat berbeda dan di sinilah kita berada. Di ruang dan waktu di mana kita harus berdiskusi dengan kegagalan yang ada. Akankah kita berhenti, atau justru kita lah manusia penakluk kegagalan.

1. Menghadapi kegagalan dengan berhenti untuk sementara

Kita bukanlah pecundang yang takut akan rintangan di masa depan, dan bukan pula pemalas yang hanya memiliki mimpi tanpa keberanian mengambil aksi. Kita terlahir dengan segala kemampuan dan keistimewaan yang Tuhan anguerahkan. Kita adalah manusia kuat yang saat ini sedang dilanda bertubi-tubi oleh kegagalan. Untuk itu, sangat sah jika kita saat ini memutuskan untuk istirahat sebentar setelah melewati rintangan yang begitu berat dan lama. Tidak ada kata terlambat bagi kita yang sedang mengatur nafas sejenak. Kita harus percaya bahwa yang bisa membuat kita berhenti mengejar mimpi bukanlah kegagalan. Ketahuilah bahwa kegagalan bukanlah penghalang. Justeru kita bisa menilai kegagalan dari sisi yang tidak biasa, yaitu melihatnya sebagai guru terbaik yang dapat memicu semangat untuk bangkit dan berlari kembali. Jika saat ini kita sedang di dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, sendirian, dan melelahkan, kemudian kita diuji dengan sedikit tersesat, maka tidak apa-apa untuk berhenti dan duduk sebentar. Bukankah sembari duduk, kita bisa mengingat kemungkinan-kemungkinan apa saja yang membuat kita tersesat untuk kemudian memikirkan jalan keluar yang tepat? Ingatlah bahwa dunia tidak akan berhenti begitu saja jika kita memutuskan untuk rehat. Dunia kita, mimpi kita, dan pintu kesuksesan kita akan terus terbuka dan setia menunggu, asalkan kita tidak berputus asa.

2. Gagal hanyalah sebatas ujian kecil sebelum sukses

Tidak semua orang sukses mendapat kesuksesannya dengan kemudahan dan proses yang mulus. Kita semua tahu bahwa di balik figur orang sukses terdapat banyak cerita pahit yang mereka hadapi sebelum akhirnya berhasil. 

Tentunya resep menghadapi kegagalan akan sangat berbeda antara satu orang dan lainnya. Poinnya adalah selama kita tahu caranya, maknanya kita berhasil menaklukkan kegagalan.


Untuk Jiwa yang Gagal

    Berada pada situasi di mana kita menyadari bahwa orang lain jauh lebih baik daripada diri kita sendiri. Memang, tugas kita di dunia bukan untuk menjadi nomor satu dalam segala hal. Seperti yang kita sudah ketahui, bahwa kewajiban kita adalah untuk mengusahakan sesuatu dengan semaksimal mungkin dan berdoa untuk hasil yang kita inginkan. Itulah yang kita sebut sebagai ikhtiar. 

    Namun, tak jarang kita melihat diri kita dalam pantulan orang lain. Sering kita jumpai diri kita yang merasa tidak cukup dan kurang. Setelah usaha dan doa yang kita langitkan kepada Tuhan, pencapaian orang lain kerap membuat kita merasa belum menjadi apa-apa. Tak jarang pula, ketika melihat kesuksesan orang lain, dua hal akan muncul di kepala kita. Yang pertama adalah rasa cemburu, iri, bahkan hancur karena kita belum bisa seperti mereka. Dan yang ke dua adalah, tumbuhnya motivasi untuk bisa melakukan pencapaian besar seperti halnya mereka.

   Sebagai manusia, sangatlah wajar untuk mengakui kelemahan yang kita punya. Sudah saatnya bagi kita untuk menjadi jujur dan apa adanya. Kita butuh keberanian untuk mengutarakan rasa yang kita punya. Dan di dunia yang segala sesuatunya sudah sangat berubah, kita tak perlu menutup diri dan berpura-pura. 

    Jika saat ini kita merasa kurang dan belum layak, mengakui kekurangan tersebut adalah simbol kemenangan. Kita tak harus menyiksa diri dengan kepalsuan. Saat ini, menjadi jujur kepada diri sendiri jauh lebih penting daripada terus menerus membual tentang keberhasilan orang lain. Tak apa jika kita harus gagal. Tak perlu takut untuk mengakui bahwa kita kalah, karena yang terpenting kita sudah berani mencoba. Jangan memandang diri kita adalah orang yang lemah di antara ribuan manusia kuat. Karena, Tuhan tak pernah tidak seimbang dalam menciptakan umatnya. Ketahuilah, bahwa Tuhan menciptakan kita dengan kesempurnaan masing-masing.

    Rasanya memang tidak enak ketika harus berhadapan dengan kegagalan. Namun, mereka yang berani menghadapi kegagalanlah yang disebut pemberani. Tidak masalah jika jalan kita menuju kesuksesan tidak semudah jalan yang dilalui orang lain. Mungkin jalan kita sedikit terjal dan menantang, sehingga untuk melewatinya, butuh ratusan kali percobaan. Sadarlah bahwa tidak ada sesuatu yang mulus di dunia ini. Untuk mencapai hal kecilpun, rintangannya pasti dan akan selalu ada.

    Cobalah untuk jujur dan apa adanya kepada diri sendiri, karena bisa jadi, itu adalah obat manis yang bisa kita minum daripada menelan kebohongan yang begitu pahit. Ketika kita merasa kurang, kita tak harus menyalahkan takdir. Ketika kita gagal sekalipun, kita tidak perlu menghina diri kita sendiri dengan pencapaian orang lain. 

    Saat melihat kesuksesan orang lain, ketahuilah bahwa mereka pun tidak mencapainya dengan tangan kosong. Di balik keberhasilannya, mereka juga menyimpan puluhan kegagalan. Jika saat ini kita merasa gagal dan kurang, mulailah mengambil langkah untuk memperbaikinya. Anggaplah kita sudah jujur kepada diri sendiri, bahwa kita mengakui kekalahan yang kita terima. Maka selanjutnya, yang perlu kita lakukan adalah mengoreksi faktor x yang membuat kita menjadi gagal.

    Sadarlah, bahwa mengakuinya saja tidak cukup. Oleh karena itu,  kita tidak boleh berhenti dan menyerah begitu saja. Memang, semua usaha tersebut melelahkan. Tetapi, berjanjilah pada diri sendiri untuk terus mencoba. Usaha yang kita lakukan berkali-kali lipat tidak mungkin tidak membuahkan hasil. Fase di mana kekalahan melanda tak mungkin berputar di situ-situ saja. Jika kemarin kita gagal di saat orang lain berhasil, maka besok, kita akan meraih keberhasilan yang sepadan. Meskipun kegagalan tidak memiliki obat penawar, jangan pernah menutupinya.

    Temukan alasan kenapa kita terus berjuang. Meskipun banyak godaan untuk menyerah, percayalah terhadap alasan yang membuat kita kembali bangkit. Ceritakan kegagalan itu dan banggalah terhadapnya. Banggalah bahwa kita tidak malu untuk gagal. Banggalah bahwa kita tidak menipu diri sendiri. Banggalah bahwa kita tumbuh begitu kuat beriringan dengan kegagalan. Percayalah, bahwa kegagalan bisa dirubah menjadi kemenangan.



link gambar: https://www.herworld.co.id/gallery/teaser/priagagal_5720210331155943aT76tx.jpg

Rabu, 06 Oktober 2021

Get A Better Mood by Helping Our Mother’s Job

Hi buddy! I am back now. It has been a long time since I did not write anything because I have a strict schedule as a college student. Anyway, I am not going to talk about that because there is something more important to share with you all. So, this is my first writing with an English version that I think is worth publishing. Hopefully you like it and feel free to give me comments. Enjoy!

Nowadays young people are struggling to find the best way to maintain their mood stable. It is also important for us to keep our mood in a good condition because it will affect our daily activities and behaviours. For example, if we are in a good mood we will start our day with a full spirit, happiness, and positive vibes. However, a good mood is possible to change into a bad mood and most people do not feel comfortable with that. It causes them to become more temperamental at a certain moment but suddenly, being so sad without any reason. So, it is essential for us to understand our mood. In addition to deal with the changes of our mood, doing a simple activity at home is the best thing we can do.  In a simple term, we can start any positive things from our sweet home. Perhaps, helping our mother’s job is the first one. 


As a child, helping our mother's job is a noble thing that we can do at any time. Every day we see our mother doing a lot of jobs. Start with cleaning the house, brushing our clothes, cooking, gardening and much more. Although, there are some mothers who work in a certain place or even in a big company. So, they do not have enough time to do those activities. That is why, during our spare time we can offer help to our mother instead of just seeing her. It will be fine if we just do it only once or twice a week. Because helping is an activity that we do from our heart and it cannot be pushed by other people. It is a natural feeling. 


Then, if we help our mother’s job we may be able to see our mother’s smile and surely we will feel warmth. Believe it or not, seeing our mother’s smile is another kind of happiness. The relationship between mother and child becomes closer and harmonious. This will greatly improve our mood and give us a sense of satisfaction for being a helpful child. In other words, we get a feeling of kindness after helping our mother. It makes us feel better both on mentally and physically. 

By helping our mother’s job, it gives us many new skills. Sometimes we do not realize that we learn a new skill when doing our mother’s job. For example, if we do not know how to cook properly then we are willing to help our mother to serve breakfast in every morning, soon it will become a skill. We learn that step by step and continuously. Someday we will probably do it better than our mother. More importantly, the jobs between each mother are different so it will be beneficial for us to help because the skills we are going to learn will vary. 

Finally, the most important is the possibility that helping makes us feel good about ourselves, mainly maintaining our positive mood. In fact, people who are in a good mood are particularly likely to help either for their mother or friends. Moreover, the help that we are going to give seems likely to maintain our positive mood.



Image address: https://img.freepik.com/free-photo/unique-beautiful-women-hands_23-2149012590.jpg?size=626&ext=jpg  

Kamis, 03 Juni 2021

Memang

PERHATIAN!!! Kalian akan memergoki saya yang "se-enaknya" menulis dengan menggunakan gaya bahasa yang santai dengan bumbu-bumbu monolog yang berasal diri saya sendiri. Tanpa basa-basi, kuy.

    Semakin bagus kualitas sebuah unit pendidikan, let's say tenaga pengajar -bukan gedungnya wkwk, maka kualitas siswanya bisa dipastikan mengikuti. Dalam hal ini, bukan memasukkan kriteria seperti: berapa lama gedung tsb dibangun, di urutan ke-berapa nama gedung tsb berada dalam list "DAFTAR NAMA SEKOLAH TERBAIK", bukan juga bagaimana nasib alumni ke-depannya. Maksud dan hubungannya ada? Begini, hal yang membuat minat belajar menurun salah satunya adalah stigma masyarakat baik kelas menengah ke atas ataupun menengah ke bawah, yang kerap kali menganggap bahwa seseorang bisa menjadi PINTAR jika disekolahkan di gedung TERBAIK (sejujurnya saya sendiri kurang srek untuk menyebut 'sekolah terbaik' kenapa? karena memang bukan itu yang dijadikan tolak ukur) -oke lanjut ya.

    Masyarakat memegang pengaruh yang memang cukup memengaruhi berdasarkan stigma mereka yang selalu menyandingkan anak pintar dengan sekolah terbaik, faktanya cukup membuat nyali anak-anak lain menciut. Padahal! Di Idunia ini semua manusia baik dari yang umurnya masih balita, kemudian beranjak ramaja, lalu dewasa bahkan usia di atas 50 tahun, semuanya punya kemampuan masing-masing yang mana jika diulik, didalami, dan dieksplor lebih jauh maka kemampuan-kemampuan tersebut bisa menjadi bom yang nantinya sangat membantu di era mendatang. Era tersebut bahkan sudah dipastikan tidak lagi sederhana seperti sekarang.

    Berdasarkan fakta tersebut, banyak hal positif yang sebenarnya masyarakat bisa lakukan daripada menanamkan stigma negatif yang dari dulu itu-itu saja. Akan lebih baik untuk mau dan bersedia mengajarkan kepada orang lain (bisa melalui semua media tentunya) mengenai "ini loh yang sedang kita hadapi, begini loh kondisi pendidikan saat ini" dst. Kenapa harus diarahkan seperti itu? Karena memang yang seharusnya menjadi patokan adalah jati diri sekaligus bibit yang bagus yang sudah pasti ada pada diri masing-masing anak. Tidak penting anak tersebut mengenyam pendidikan di sekolah swasta, negeri atau bahkan internasional. Selama anak tersebut sadar akan jati diri dan keunggulannya, biarkan mereka yang menentukan. Tidak perlu adanya batasan dalam pendidikan. Tidak perlu dicekoki dengan perbedaan sekolah kota dan desa, sekolah nomor satu, dua, tiga, institut atau universitas dst. 

    Bibit unggul, kalau ditimpa dengan 'racun', mungkinkah bisa layu? Mungkin saja. Dengan demikian, yang perlu dan harus diajarkan kepada anak saat ini adalah pelajaran tentang mengenali diri sendiri. Seberapa penting itu? Sangat penting karena hal itu seperti sebuah 'penawar' jika suatu hari kita terkena racun~ iya, dengan mengenal siapa diri kita, kemampuan apa yang kita bisa, dan kesiapan kita menghadapi tipe-tipe masyarakat yang begitu beragam. 

    Jika di kemudian hari anak tersebut terkena racun seperti itu, tidak perlu repot-repot dan  berlama-lama bagi dia untuk mencari solusi. Cukup dengan mengeluarkan penawar yang dia punya, semua selesai. Tidak sampai melunturkan semangat untuk tetap dan terus belajar, tidak perlu pindah ke sekolah yang "difavoritkan" juga tidak perlu menjadi beban di dalam pikiran cerdas seorang anak.

    Mulai sekarang, sadari bahwa musuh kita semua di kemudian hari tidaklah mudah, maka dari itu lebih baik tetap FOKUS dan tidak perlu menjadikan omongan kerdil seperti 'itu' menjadi hambatan keberhasilan kita di masa depan. Trust then do!!

Senin, 16 November 2020

Tujuan Hidup


Kita adalah manusia. Baik adalah salah satu sifat yang selalu diharap-harap. Hubungan antara manusia dan kata baik tidaklah sesederhana penulisannya. Karena untuk menjadi manusia yang baik, duduk diam saja tidak cukup. Perpaduan benda dan sifat ini bukan hal yang mudah tetapi yakinlah bahwa menjadi baik itu bisa dilakukan.

Hai 2020 yang hanya tersisa 1 bulan 2 minggu!

Apa kabar teman-teman semua?

Kita semua adalah manusia dengan rentetan masalah dan seember keringat. Apa tujuan kamu untuk hidup di dunia ini? Apakah sudah tercapai? Yaa minimal tujuan untuk tahun ini, atau memang masih belum bahkan bingung dengan tujuan hidup sendiri? Tidak masalah. Kamu tidak sedang dalam kebingungan yang asing. Orang-orang sebelum kamu yang saat ini sedang duduk memakai jas, kemungkinan besar mereka dulu juga berada di pojok ruangan yang sama seperti kamu. Apa kamu pernah melihat orang jenius yang punya sejuta kata motivasi? Membaca kata-kata mereka ynag begitu hebat? Bisa jadi mereka adalah orang yang seringkali diabaikan bahkan tidak dianggap oleh orang lain, bisa juga dulunya mereka adalah orang yang tidak tahu apa tujuan hidup mereka. TAPI, mereka tidak meratapi kebingungan hanya dengan duduk memangku tangan. Mereka tidak membalas bingung dengan kebingungan. Eits, apa itu membalas bingung dengan kebingungan?

Saat kita merasa bingung atas sesuatu entah itu karena tugas, masalah keluarga, masalah dengan teman, dengan sahabat apapun itu, detik itu pula kita kemudian bertanya kepada diri kita sendiri mulai dari pertanyaan kenapa, apa, bagaimana, sejak kapan dan lain-lain. Tidak hanya berhenti sampai disitu, pertanyaan itu masih saja berputar terus-menerus di benak kita. Hinggap di kepala sampai kita lupa dengan diri kita sendiri. Terlalu sibuk memikirkan pertanyaan yang memang tidak akan merubah apapun. Itulah yang disebuat membalas bingung dengan kebingungan. Alasannya adalah kita seperti berada di titik yang sama, berputar-putar terlalu lama dan tidak ada tindakan yang kita ambil untuk bisa terus lanjut ke titik berikutnya.


“Lalu kenapa harus lanjut ke titik berikutnya?”

Heii! Kenapa kamu bertanya seperti ini teman? Apakah kamu lupa bahwa kita sedang berada di dunia yang sangat luas? Kita berhak untuk menjelajah dunia, loh. Menginjakkan kaki di tanah dan musim yang berbeda adalah hal yang menyenangkan. Setidaknya itu bisa menjadi tujuan hidupmu sekarang. Kamu tidak perlu bingung untuk bisa menemukan tujuan dari hidupmu. Kamu bisa menjumpainya di dalam mimpi, kamu bisa mencarinya di bawah tempat tidur, kamu bisa membayangkannya di dalam kamar mandi, kamu bisa menggambarnya di buku diary, bahkan kamu bisa menukar tujuan kecilmu menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Apa itu? Cobalah kamu temukan di tempat favoritmu. Namun ingatlah bahwa meskipun tujuan hidup bisa lahir dimanapun dan datang kapanpun, tentunya kamu harus menghitung berapa langkah yang kamu perlukan untuk menggapai tujuanmu. Berapa bekal yang harus kamu persiapkan dan tentukan siapa saja yang bisa mendorongmu untuk maju. Ingatlah bahwa sebesar apapun dunia maka sebanyak itu pula tantangan yang harus kamu lewati. Kakimu perlu tersandung untuk tahu kerikil apa yang sedang menghalangimu. Badanmu perlu terbentur untuk mengenali siapa lawanmu. Tenagamu perlu dikuras untuk menguji seberapa kuat dirimu.

Jika tujuan hidupmu adalah uang, carilah dengan cara yang benar dan hasilkan uang sebanyak mungkin tapi ingatlah tetanggamu masih miskin.

Jika tujuanmu adalah pergi ke Brazil, maka pergi dan kembalilah dengan biji kopi terbaik untuk ditanam di depan teras.

Jika tujuanmu adalah Jepang, bawalah padi dan kembali pulang dengan sakura.

Jika tujuanmu adalah menjadi orang sukses maka kamu cukup menjadi dirimu sendiri.

Kita tidak tahu tujuan mana yang berhasil dan yang gagal. Tetapi untungnya kita adalah manusia yang bebas. Tuhan tidak menuntut kita untuk menjadi manusia berhasil namun setidaknya kita bersyukur atas kelebihan yang selalu dan selalu Tuhan berikan. Syukur itu perlu tindakan, perlu bukti. Jadi mulai sekarang kita gunakan kesempurnaan yang ada pada diri kita, kita menjadi manusia yang hebat, manuasia yang baik, yang berguna bagi lainnya. Bukan karena tuntutan namun sukseslah semata-mata sebagai bentuk syukur yang luar biasa kepada Tuhan.


link gambar: https://www.google.com/search?q=maple+di+jalanan&tbm=isch&ved=2ahUKEwjI-Ky8_4btAhX4nEsFHSZ0CWIQ2-cCegQIABAA&oq=maple+di+jalanan&gs_lcp=CgNpbWcQAzoECCMQJzoECAAQQzoCCAA6BAgAEAM6BAgAEB46BggAEAgQHjoGCAAQBRAeUJ16WJqIAWDGigFoAHAAeAGAAZ8CiAGDE5IBBTAuMi45mAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=OGeyX8j8M_i5rtoPpuilkAY&bih=868&biw=1707&safe=strict#imgrc=ZGfcrZCkYntLFM&imgdii=_IQFX8lNVS5kuM

Rabu, 16 September 2020

Mengatasi Rasa Lelah Saat Belajar



    Kita akan berdiskusi tentang rasa lelah, capek, ingin istarahat, butuh semangat baru, dan rasa ingin berhenti sejenak dari aktivitas yang dikerjakan. Ya, semua kata itu memiliki makna yang sama. Dan itu merupakan sebuah perasaan yang kerap kali datang saat kita selesai beraktivitas. Bisa juga disebut bahwa rasa lelah adalah hasil dari proses kita mengerjakan sesuatu dengan mengerahkan kemampuan terbaik yang kita miliki. Jika kita fikir-fikir, kita tidak akan merasa lelah jika pekerjaan yang kita lakukan itu tergolong mudah atau kita melakukannya dengan apa adanya saja. Aktivitas tersebut salah satu contohnya adalah belajar.

    Belajar adalah hal yang penting dan bisa disebut sebagai aktivitas yang wajib untuk dilakukan. Seseorang perlu belajar untuk mendapat ilmu, memperbaiki diri, mengolah kemampuan, dan tentunya sebagai wujud rasa syukur karena diberi otak yang sempurna oleh Tuhan. Namun di samping belajar merupakan sebuah kewajiban, tentu kita akan menemukan kendala atau hal-hal yang mungkin akan menghambat kita dalam belajar. Contohnya adalah rasa malas, bosan, dan lelah. Oleh karena itu, agar kita tidak hanya belajar tentang ilmu matematika, fisika, ataupun bahasa, kita juga perlu untuk mengetahui bagaimana sih cara untuk mengatasi rasa lelah saat belajar. Karena jangan sampai kita berhenti untuk belajar hanya karena didatangi oleh rasa lelah.

    Di sini akan saya bagi beberapa cara yang sederhana yang bisa kalian lakukan. Tentunya ini bersumber dari pengalaman pribadi saya dalam mengatasi rasa lelah ketika belajar. 

1. Tingkatkan rasa syukur

    Oke, mungkin kalian berfikir bahwa jika kita lelah maka yang perlu dilakukan adalah istirahat, tidur, atau pergi ke luar untuk me-refresh otak. Itu memang benar dan sangat masuk akal. Namun di sini, yang perlu dilakukan pertama kali adalah bersyukur. Bersyukur merupakan hal yang sangat sederhana. Bisa saja dilakukan dengan mengucap Alhamdulillah kapanpun dan dimanapun. Sesederhana itu. Namun, sering kita lupa untuk apa kita perlu bersyukur dan kenapa kita diberikan rasa lelah. Apakah ada kaitannya antara lelah dan rasa syukur? Pasti ada.

     Ketika kita merasa lelah setelah beraktivitas, kemudian kita sadar bahwa apa yang bisa kita lakukan saat ini mungkin merupakan mimpi bagi orang lain. Artinya masih banyak orang di sekitar kita yang lebih merasa lelah dengan pekerjaan yang jauh lebih berat daripada kita. Dan dari situ akhirnya kita menyadari kelebihan yang kita miliki, maka itulah yang disebut rasa syukur. Mungkin saat kita memutuskan untuk segera pergi mencari kopi, itu akan memberikan otak kita waktu untuk istirahat. Namun berbeda jika kita bersyukur terlebih dahulu, maka hal itu akan mengingatkan kita kepada Sang Pencipta dan lahirlah rasa tenang sebagai ganti lelah yang kita rasakan

2. Keluar, dan carilah udara baru

    Suasana yang tenang dan udara yang segar akan membuat rasa lelah kita hilang secara perlahan. Memutuskan untuk melihat hal yang kita sukai adalah pilihan yang tepat yang bisa kita lakukan saat merasa lelah. Kita tidak harus benar-benar mencari tempat yang bagus untuk mendapatkan pemandangan yang bagus juga. Contoh yang bisa kita lakukan adalah duduk di teras rumah sambil meminum teh. Hanya dengan duduk dan meminum teh, itu akan memberikan kita rasa lega dan kita juga tidak perlu membutuhkan banyak tenaga untuk mencari tempat baru. Tentunya tubuh kita akan kembali siap untuk kembali belajar.

3. Lakukan hal kecil yang menyenangkan

    Saat kita pulang dari sekolah atau kampus tentunya pikiran kita tidak akan sepenuhnya lega karena telah berhasil melewati satu hari penuh dengan buku. Wajar jika kita masih memikirkan tugas dan terbayang-bayang akan deadline tugas yang harus kita selesaikan tepat waktu. Namun, memberi kesempatan untuk mengistirahatkan otak adalah pilihan yang harus dilakukan. Kenapa? Bukankah mennyelesaikan dalam waktu yang singkat akan terlihat lebih baik? Salah. Kita perlu tahu batasan tenaga yang kita miliki. Sadarlah bahwa kita bukanlah robot. Kita masih memerlukan istirahat untuk menyimpan tenaga kita agar lebih siap dengan tugas selanjutnya. 

    Menyelesaikan tugas terus-menerus (tanpa henti) bukanlah cara yang tepat. Pemikiran "Selesaikan semua tugas sekarang dan capek sekalian" tidak bisa diterapkan di semua keadaan. Semua orang sangat membutuhkan istirahat. Jika kita menganggap istirahat adalah tidur, maka itu salah. Istirahat tidak hanya bisa dilakukan dengan tidur, contohnya adalah melakukan hal-hal kecil yang kita sukai seperti bersenandung, mendengarkan lagu favorit, mandi, dan tentunya hobi yang kita punya. 

    Jadi, selalu ingat bahwa belajar adalah aktivitas yang membutuhkan kestabilan antara otak, tenaga, dan juga hati. Oleh karena itu kita perlu menyeimbangkan tenaga dan pikiran kita, juga otak dan hati kita. Dengan begitu ilmu yang disampaikan akan mudah untuk diserap oleh otak. Jadikan belajar sebagai proses yang menyenangkan maka kita juga akan terbiasa dengan rasa lelah dalam proses tersebut.

    Tips di atas tidak wajib untuk kalian lakukan, tetapi jika itu akan membantu kalian yang tidak tahu harus mengatasi rasa lelah dengan cara seperti apa, semoga hal itu bisa membantu.

Atau jika kalian punya tips sendiri yang unik? Berbagilah dengan saya dengan cara memanfaatkan kolom komentar yaa. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya, semoga bermanfaat.

Yuk menulis dengan Sayyida :)

Link gambar 

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.cermati.com%2Fartikel%2Fkata-kata-motivasi-hidup-terbaik-untuk-buat-hidup-kamu-lebih-semangat&psig=AOvVaw2e2Mz_eHOo9oMt9cfa2fDJ&ust=1600332048281000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCKiwo_687esCFQAAAAAdAAAAABAD

Link tulisan saya yang lain

https://sayyidamenulis.blogspot.com/2020/09/hai-indonesia-apa-kabar-kebanggaan-ibu_98.html

Mahasiswa Wajib Tahu: Inilah Masjid Sultan Penyedia Takjil Gratis di Malang

  Video suasana berbuka puasa gratis di masjid "sultan" Abdullah Permata Jingga, Malang MALANG- Bulan Ramadhan selalu menjadi mome...